Sesalku
Kepura-puraanku,
Seakan semua ini tidak pernah
Terjadi,
Menjadi suatu bagian yang tiap detiknya
Memaksa hati untuk terkubur
Dalam sisi gelap jiwaku,
Menempa asa yang kosong,
Meraih jiwa yang kering.
Ciptakan hamparan penyesalan
Hingga sulitku untuk merubah
Dan sulitku untuk kembali
PADAMU …
19 Feb 2011
17 Feb 2011
Quotes By Mario Teguh II
Hari ini, mulailah hidup
dengan kesungguhan untuk membangun
diri yang bisa Anda percayai.
Janganlah sering membohongi diri sendiri,
karena lama kelamaan diri Anda
akan belajar untuk tidak mempercayai Anda.
Dan itulah yang disebut ‘tidak percaya diri.’
Percaya diri,
adalah mempercayai janji Anda sendiri,
bahwa Anda akan mendahulukan
yang penting, dan menghindari hal-hal
yang tidak menguatkan Anda.
Mario Teguh
dengan kesungguhan untuk membangun
diri yang bisa Anda percayai.
Janganlah sering membohongi diri sendiri,
karena lama kelamaan diri Anda
akan belajar untuk tidak mempercayai Anda.
Dan itulah yang disebut ‘tidak percaya diri.’
Percaya diri,
adalah mempercayai janji Anda sendiri,
bahwa Anda akan mendahulukan
yang penting, dan menghindari hal-hal
yang tidak menguatkan Anda.
Mario Teguh
6 Feb 2011
Karuniakanlah Cinta!
![]() |
| Bunga Melati (Sumber: Google) |
Aku sudah siap seandainya aku harus terbakar oleh panasnya api cinta yang pernah membakar Laila dan Majnun. Biarlah aku jadi Laila yang mati karena kobaran cintanya, namun aku tidak berharap kau jadi Majnun. Kau orang baik, orang baik selalu disertai Allah. – Surat cinta Noura untuk Fahri, Ayat-ayat Cinta.
Cinta kita kepada sesuatu menuntut kita untuk mencintai apa yang dicintainya dan membenci apa yang dibencinya. Adalah lazim tradisi cinta-mencintai bahwa kekasih senantiasa menyatu dengan kekasihnya. Ia sedih dengan kesedihannya, ia bahagia dengan kebahagiaannya, ia menderita dengan penderitaannya, ia gembira dengan kegembiraanya. Seperti legenda yang tak pernah usai, obrolan manusia tak lekang masa. Inilah cinta! Dia adalah Rabiah Al-Adawiyah, Rumi, atau Kahlil Gibran. Lainnya, Romeo dan Juliet, Laila-Majnun, Siti Nurbaya hingga kisah anak: Cinderella. Atau lain sebagainya..
Terisyaratkan layaknya kedatangan pelangi setelah hujan yang tumpah dari langit memenuhi bumi. Kekasih yang dicintai dan dinanti-nanti datang kedalam hati. Siapa yang tak suka demikian? Hidup itu cinta. Hidup itu indah bila kita tahu arti kehidupan.
Setelah hadir dalam relung-relung hati dan raga manusia. Terpancar dalam tutur kata, sikap dan pergaulan. Hidup yang penuh cinta membuat mereka bisa hidup lebih hidup, serta bertahan dari kesengsaraan. Walau cinta layaknya angin, tak terlihat cuma terasa. Ditakdirkan sebagai kata tanpa benda.
Namun, ingatlah tak semua cinta itu benar-benar cinta. Kehidupan tak selalu berlaku baik, dan tak selamanya benar. Begitupun cinta, tak semuanya baik dan benar. Cinta seseorang kepada sesuatu terjadi karena ada dorongan: positif atau negatif. Sebagai seorang muslim “kacamata” positifnya adalah cinta syar’i, sedangkan negatifnya adalah cinta yang tidak syar’i.
Cinta Syar’i lahir karena iman, cinta tidak syar’i lahir karena nafsu. Pandanglah bahwa nafsu itu Fithri, sehingga tak perlu kita mematikan atau mengebiri. Mengapa? Sebab dorongan cinta tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif apabila dikendalikan dengan arif. Kaidah-kaidah syar’i-lah yang berfungsi sebagai “pagar”, pembimbing, dan pengendali nafsu supaya tidak melewati batas-batas cinta Ilahi.
Dalam hidup ini, cinta bukan segalanya. Masih ada yang lebih penting dari cinta. Sebenarnya jikalau kita bercinta maka seharusnya itu menjadi salah satu pintu menjalankan ibadah. Janganlah terlalu kauturutkan perasaanmu. Gunakanlah akal sehatmu, karena akal adalah termasuk bagian dari wahyu. Kau masih memiliki masa depan yang luar biasa cerahnya. Kau ditunggu oleh ribuan generasi di tanah air, yang bersih dan bercahaya, seperti namanya Nurul Azkiya, cahaya bagi orang-orang yang bersih hatinya. - Surat balasan dari Fahri untuk Nurul, Ayat-ayat Cinta.
Semoga Allah menjadikan setiap cinta yang ada dalam hati kita sebagai cahaya yang menerangi langkah kita. Sinergi yang baik antara iman dan nafsu, jauh dari rasa pilu, justeru yang menghasilkan karya-karya besar yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Bukan sebaliknya, mendatangkan bencana dan petaka di dunia dan di akhirat pula.
Allahuma, ya Allah! Karuniakanlah kepada kami cahaya cinta yang akan menerangi kami ditengah kegelapan, ketajaman pandangan yang akan membedakan cinta positif atau negatif , serta keseimbangan yang akan menerangi kami dipersimpangan. “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (At Tahrim, 66 : 8) ***
Cimahi, 06 Februari 2011
4 Feb 2011
Saatnya untuk Pulang
Malam larut, malam memulai hujan
inilah saatnya untuk kembali pulang.
Kita sudah cukup jauh mengembara
menjelajah rumah-rumah kosong.
Aku tahu: teramat menggoda untuk tinggal saja
dan bertemu orang-orang baru ini.
Aku tahu: bahkan lebih pantas
untuk menuntaskan malam di sini bersama mereka,
tapi aku hanya ingin kembali pulang.
Sudah kita lihat cukup destinasi indah
dengan isyarat dalam ucap mereka
Inilah Rumah Tuhan. Melihat
butir padi seperti perangai semut,
tanpa ingin memanennya. Biar tinggalkan saja
sapi menggembala sendiri dan kita pergi
ke sana: ke tempat semua orang sungguh menuju
ke sana: ke tempat kita leluasa melangkah telanjang.
:: Rumi ::
2 Feb 2011
Kepuasan Diri
Orang yang sibuk mencari perhatian atau pun penghargaan orang lain, hidupnya tak akan pernah terpuaskan. Mereka bergantung pada orang lain. Bahagia saat mendapat pujian yang melambungkan. Tapi saat semua tidak berjalan dengan baik, mereka terpuruk dan semakin terpuruk. Semua hal yang telah di bangun akan terasa sia-sia. Mereka tidak akan menyukai apa pun, termasuk diri mereka sendiri.
Saat mereka tidak menyukai diri mereka sendiri, mereka bukan hanya tidak bisa menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menghukum dirinya dengan cara yang disamarkan sebagai kenikmatan. Makan berlebihan, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan misalnya. Atau, kesibukan tiada henti yang sengaja mereka buat agar mereka tidak perlu menilai hidup mereka. Tadinya, mereka ingin mencintai diri sendiri, tetapi malah kehilangan dirinya. Mereka tidak mampu memenuhi kesejahteraan diri, sehingga mereka mengartikan ilusi sebagai cinta.
Langganan:
Postingan (Atom)
