24 Jun 2012

Luka

Source: Here
Percayalah bahwa Allah sangat baik pada yang terluka.

Luka, adakah luka pada dirimu? Perhatikan setiap senti tubuhmu, apakah kamu menemukan bekas luka?

Bekas luka menjadi semacam tanda atau lebih tepatnya menjadi sebuah kenangan yang mengingatkan kita tentang kenapa luka itu terjadi, bagaimana rasanya, apa sebabnya, kapan terlukanya, dan (mungkin) siapa yang menyebabkan luka tersebut.

Saya rasa hampir semua manusia memiliki luka pada tubuhnya, pernah merasakan apa itu luka, yang berarti ada bekas luka yang masih menempel dan terlihat jelas walau sudah tidak terasa apa-apa.

9 Jun 2012

Tumbuh Diam-diam

Mataku hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lama mengabaikan apa yang ada di depan rumah, bougainvillea mekar di hadapan. Juga beberapa bunga yang tak kutahu apa namanya bersolek cerah. Berlomba-lomba bermekaran, warna-warni bermekaran seperti hati seorang pengantin.

Tanaman tumbuh diam-diam, tanpa membuat ribut sedikit pun, yang memberikan keindahan yang mempesona, sungguh keagungan Allah SWT. Betapa indah ciptaan-Mu, bibit mungil berubah jadi bertangkai-tangkai tanaman yang indah. Hal yang kami terima sebagai sesuatu yang biasa ternyata adalah suatu keajaiban alam.

29 Mei 2012

Kritik Tanpa Luka

“Kadang kita hanya siap memulai sesuatu tanpa siap menanggung resikonya. Maka pertimbangkan segala sesuatu dan janganlah pernah menabuh genderang peperangan jika kita tidak memiliki kemampuan untuk bisa memenangkannya” – Dewi TRACS
Source by Google

Saat kita berharap kualitas yang harusnya lebih baik dari apa yang sedang kita lihat, ada kecenderungan untuk memberikan komentar. Komentar pun tidak jarang kita alamatkan dalam bentuk kritik. Tanpa kita sadari pula sebuah kritik cenderung membuat orang lain merasa malu, tersinggung, bahkan terluka hatinya.

15 Mei 2012

Saat Kami Saling Mengagumi

Harumnya setangkai bunga tak akan menentang angin, tetapi kehormatan dan nama baik seseorang terbang ke seluruh dunia walaupun menentang angin.*

Ini kisah sederhana kami. Diawali dari sebuah perkenalan yang sederhana. Lantas ada obrolan-obrolan yang sederhana, tapi kemudian menjadi tidak biasa. Ada berbagai persamaan antar kami yang muncul satu persatu tanpa sengaja seolah menjadi kejutan manis yang kami dapat tiap harinya.

4 Mei 2012

Renungan Diri

Membaca tulisan yang baik itu seperti menasehati diri sendiri, dan kita merasa tidak terhina dengan tulisan itu. Meski, barangkali, yang menulis itu bukanlah siapa-siapa di mata kita.

Terima kasih padamu yang dengan rela berbagi hikmah atas apa yang telah direnungkan, juga (mungkin) dengan sudi menyembunyikan namamu dalam sebuah tulisan yang bagus sekali berikut. Tulisanmu menggugah nuraniku, menggetarkan jiwa, menjadi satu oase dalam kehidupanku. Semoga kebaikan senantiasa ada padamu.

Renungan Diri