Dari menulis, saya mencoba berpikir dan menuangkan berbagai ide-ide, inspirasi, dan hikmah-hikmah kehidupan. Apapun itu, rasanya jiwa ini senantiasa merasakan kedamaian saat menulis.. berbicara dengan sisi lain dalam kehidupan kita betapa membuat semakin memperlembut hati ini. Insya Allah..
14 Des 2010
10 Des 2010
Mulai Melangkah
Seringkali yang menggagalkan cita-cita besar kita bukanlah orang lain.
Tapi justru diri kita sendirilah pelakunya.
Anda tak akan pernah sampai pada tujuan jika Anda masih duduk terdiam menunggu apa yang terjadi selanjutnya.
Ingat, hal yang baik bisa jadi akan datang pada orang yang mau menunggu.
Tapi tidak pada yang menunggu terlalu lama. Mulailah melangkahkan kaki sekarang juga.
***
4 Des 2010
Suami yang lelah pulang kerja
Suatu hari sepasang suami(S) istri(I) bertengkar.
S: "Aduh..pulang kantor ini saya capek sekali nih ....!"
S: "Aduh..pulang kantor ini saya capek sekali nih ....!"
I: "Emangnya kamu aja yang capek ..! Aku di rumah juga capek...!"
Pada malam hari menjelang tidur sang suami mohon kepada Tuhan.
S: "Ya..Tuhan yg Maha Kuasa aku lelah/bosen nih... jadi suami kerja dikantor.. Aku mohon jadikanlah aku sbg istriku dan istriku ubahlah jadi aku (laki-laki).
Tuhan: :) ..tersenyum
Esoknya permohonan sang suami dikabulkan.. dia berubah jadi istrinya. Subuh dia bangun menyiapkan makanan utk suaminya (sang istri). Lalu menyetrika baju utk suami dan anaknya, kemudian memandikan anak-anak. Jam 6:30 memakaikan pakaian anaknya untuk sekolah. Setelah suami dan anaknya berangkat, dia mencuci baju hari itu, lalu menjemurnya, kemudian dia pergi kepasar utk belanja, tak terasa jam sudah pukul 11 siang dia harus menjemput anaknya. Jam 1 siang di beri makan anaknya dengan nasi bungkus yang dibeli. Selesai makan dia mengangkat pakaian yang di jemurnya lalu di menyetrika sampai jam 4 sore
Tak terasa.. dia belum masak untuk suaminya. Jam 4 dia mulai masak sambil nonton tv telenovela. Jam 5 dia mandikan anaknya. Jam 6 dia mandi. Jam 7 dia nonton TV sambil menunggu sang suami.
Setelah suaminya pulang makan dan tidur lelap, istri (si suami) berdoa:
S: "Ya .. Tuhan yg Maha Pengampun... ampunilah aku.. "Aku tidak tau apa yg aku minta.. mohon kembalikan aku seperti sedia kala "
Tuhan: :) tersenyum saja.."Baiklah akan saya kabulkan..tapi.. "
S: "Tapi apa...? "
Tuhan: "Tapi kamu harus nunggu 9 bulan lagi.. karena tadi malem kamu positif (hamil)"
S: "Oooh ooohh.....tobaaaaat..9 bulan lagiiii...."
MORAL OF THE STORY:
Jangan mengeluh dengan pekerjaan yg telah kita dapat dan jangan iri dengan pekerjaan orang lain...Selalu ada kekurangan dan kelebihan dari apa yang telah kita miliki, jangan mudah iri atas apa yang dimiliki orang lain...
Barakallah Fiikum...
(dikutip dari tulisan di desa sebelah)
.. Milis ..
Jenis humor yang saya sukai adalah yang membuat saya tertawa selama 5 detik, dan berpikir selama 10 menit. - Willian Davis
***
2 Des 2010
Hidup Terlalu Sayang
Hidup terlalu sayang bila kita biarkan rasa sakit di hati berkepanjangan. Kita semua pernah kena tampik atau amarah orang lain. Bahkan kita pernah tidak dihargai atas apa yang kita kerjakan.Ada kesakitan dalam hati kita hingga kita tergerak untuk membalasnya. Rasanya tak ada lagi yang bisa kita percayai atau "lari" adalah pilihan terbaik saat itu.
Hidup ini layaknya pula seperti pohon. Tidak semua daun-daunnya hijau tapi ada pula yang layu dan jatuh berguguran. Tidaklah pula pohon setiap saat menghasilkan buah-buahan yang segar. Inilah hidup, yang tidak selamanya manis terasa. Tak selamanya berjalan lurus namun harus berkelok juga. Tak selamanya naik namun harus turun juga. Mau tidak mau, begitulah hidup..
***
Hidup ini layaknya pula seperti pohon. Tidak semua daun-daunnya hijau tapi ada pula yang layu dan jatuh berguguran. Tidaklah pula pohon setiap saat menghasilkan buah-buahan yang segar. Inilah hidup, yang tidak selamanya manis terasa. Tak selamanya berjalan lurus namun harus berkelok juga. Tak selamanya naik namun harus turun juga. Mau tidak mau, begitulah hidup..
Everybody hurts, everybody cry. Sometimes .. -The Corrs
***
1 Des 2010
Nampak Sebagaimana Adanya
Kisah yang dialami sepasang suami-istri ini mungkin bisa menjadi bahan renugan bagi kita.
Alkisah, ada pasangan suami-istri yang baru pindah ke sebuah kontrakan baru di kampung padat penduduk. Setiap pagi di depan rumah mereka banyak orang sibuk mencuci dan menjemur pakaian.
Hari pertama tinggal di tempat baru, sang istri berkomentar, "Aneh,, kenapa orang-orang kalau mencuci pakaian sama sekali tidak bersih. Kotorannya masih tebal begitu."
Seminggu berlalu, dan sang istri selalu berkomentar bahwa cucian warga yang dijemur di depan kontrakan mereka itu masih sangat kotor. Selama seminggu sang suami hanya diam saja mendengar komentar-komentar istrinya. Lalu pada hari ke-8, si istri memberikan komentar lagi seperti biasa.
"Nah, itu baru bersih. Pak, lihat cucian mereka sekarang menjadi bersih sekali. Tapi kenapa kemarin-kemarin cucian mereka begitu kotor ya?" gumam si istri.
"Tadi pagi saya bangun pagi-pagi sekali. Saya bersihkan semua kaca jendela rumah kita sampai betul-betul bersih," jawab suaminya seraya pergi meninggalkan si istri yang masih terperangah.
"If the doors of perception were cleansed, everything would appear as it is – infinite.
- Jika pintu persepsi dibersihkan, segala hal akan nampak sebagaimana adanya – sangat luar biasa."
William Blake
Langganan:
Postingan (Atom)

