23 Apr 2013

Kala Mereka Berujar

"Menjadi kaki sangat beruntung dapat membawa dirinya kemana-mana sampai ke Baitullah," ujar tangan.

"Tanganlah yang paling beruntung dapat memberi bantuan dan mengelus kepala anak yatim," ujar mulut.

"Aku cemburu pada mulut, ia selalu bersalam sholawat pada Rasulullah dan melafalkan nama-nama Allah yang indah," ujar dahi.

"Dahi itu dianggap tidak sombong saat dia dalam sujud, lambang sujud ada padanya, cemburunya aku," ujar lutut.

"Lutut itu yang pertama berkhidmad, ia selalu menyentuh tanah lebih dahulu dari padaku," ujar otak.

"Kau itu selalu yang diperhitungkan, karena kau yang paling pandai, selalu kau pikirkan si papa dan si miskin," ujar hati.

"Aaaah kami semua berbuat itu karenamu!" serentak mereka berujar pada sang hati.

-- Ratih Sanggarwaty

22 Mar 2013

Toko Hati Kalbu

Namanya Kalbu. Dia baru saja membuka toko miliknya sendiri, namanya Toko Hati. Di hari pertama pembukaan tokonya, orang-orang di jalan hanya melenggang bebas tanpa menoleh sedikit pun.

Hari kedua, mulai ada yang menoleh. Hari ketiga, sudah ada yang masuk. Semakin hari, semakin ramai saja tokonya. Kalbu senang.

28 Feb 2013

Manis dan Pahit


Kalo takdir udah nyampe, semua akan indah pada waktunya. Dan, betapa menyenangkannya jika apa yang kita inginkan sesuai dengan takdir-Nya.

Manusia diciptakan untuk saling melengkapi, selalu ada kata “kamu” yang menjadi bagian hidup setiap manusia. Dan saya selalu suka tentang apa yang terkait dengan kamu.

12 Feb 2013

Yes, I Do.

"Words may lie, but actions will always tell the truth". Kata-kata bisa saja bohong, tapi tindakan akan mengatakan kebenarannya.

Terlepas dari kondisi tertentu, tindakan selalu lebih bisa membuktikan dari pada sekadar ucapan kata-kata.

Kita introspeksi deh diri kita. Sudahkah apa yang kita katakan kemudian kita lakukan? Apa yang sudah kita janjikan kemudian kita tunaikan? Bertindaklah!

11 Jan 2013

Takdir Masing-masing

Seberapa sering kita bermimpi untuk memiliki hidup yang orang lain miliki?
Melihat orang lain sepertinya bahagia, tapi "siapkah kita" dengan ujiannya?
Bukankah kadar bahagia seorang hamba setakaran dengan ujiannya?
Ujian sedikit bahagia sedikit, susah sedikit senang sedikit. Dan tahukah kita ketika kita mengeluh dan protes atas hidup yang kita miliki, di luar sana jutaan orang ingin memiliki hidup seperti kita?
Ah, sungguh kita semua sedang menjalani takdir masing-masing, dengan kadar bahagia masing masing dan kadar luka masing-masing, gak perlu iri.
Bahagia mereka sepadan dengan deritanya, ujiannya, kita aja yang gak tahu.

#Notes Of Rindu