22 Des 2010

Allah, Hanya Engkau Yg bisa membalas Jasa Ibu

“An, tos tuang teu acan?” Kata ibuku -dalam bahasa sunda- ketika aku baru saja sampai di rumah. Aku segera beranjak memasuki kamarku. Sudah rapi. Ah ibu, aku berusaha pulang cepat hari ini agar aku bisa merapikan kamar. Terakhir tadi pagi kutinggalkan kamarku, berserakan dengan buku-buku dan baju-baju cucian.

“Reureuh heula weh atuh, cape tos damel mah”, ucap ibu. Dan aku hanya bisa tersenyum memandangi wajah keriput ibuku. Diusianya yang lewat setengah abad, ibuku termasuk wanita yang sehat. Beliau masih mampu mencuci baju semua anggota keluarga.
Aku ingat sebuah pepatah “Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu” . Ah, dan diusiaku yang beranjak dewasa, aku merasa belum pernah sekalipun membahagiakannya.

Sebagai makhluk Tuhan yang luar biasa dan pantas kita sayangi dengan sepenuh hati, ibu berperan penting dalam kehidupan kita. Berkat peran ibulah kita terbentuk menjadi diri kita saat ini, yang mempunyai ciri khas, kemampuan, kecerdasan, karakter serta sifat kita yang lainnya.

Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat. Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita. Ya Alloh  curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Hanya Engkau yang mampu membalas semua jasa-jasa ibu.

Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa. Amiin


Bandung, 22 Desember 2010
Selamat Hari Ibu.. (:

***

Catatan kaki :
An, tos tuang teu acan? = An, sudah makan belum?

Reureuh heula weh atuh, cape tos damel mah = Istirahat dulu saja, cape kalau sudah bekerja


12 komentar:

  1. Subhanalllah. Sukaaaa, saya suka gaya bahasanya. Mengalir dan ga mengada-ada. Mantep. Bravooo...:D
    Salam buat Ibu Pak Aan. :o

    BalasHapus
  2. bagus...bagus...bahasanya murni, seperti sedang bercerita langsung dihadapan...keren ^__^

    BalasHapus
  3. Cocok ceritanya sebagai inspirasi saya membuat puisi tentang ibu, tapi saya hanya bisa membuat dalam sebuah sms mas..SELAMAT HARI IBU semoga kita bisa menjadi kebanggan buat ibu kita

    BalasHapus
  4. Untung ada translate-nya...

    hehehhe

    Subhanallah....rindu Mama..

    BalasHapus
  5. @ Putri : Terima kasih sudah berkunjung.. Putri berasal dari mana nich?

    BalasHapus
  6. subhanallah..aku jdi inget ibu drmh..pengen peluk ibuuu..:)

    BalasHapus
  7. ayo mba' segera peluk aja ibu tercintanya.. :D

    BalasHapus
  8. oooooooOOOOooo..gini ya mas aan...hiks,,suuukaaa,,postingan yg ini..sedih q jadinya...+_+

    BalasHapus
  9. "Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
    perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka
    dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" (QS. Al Israa : 23)

    BalasHapus

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Terima kasih.